Monday, August 5, 2013

Re - Memory

6 agustus,

Di pagi yang indah ini aku "dibangunkan" oleh belaian tangan Tuhan. Belaian lewat indahnya kumandang suara suara yang keluar dari megaphone Masjid. Aku bersyukur jika hari ini kembali dipertemukan dengan pagi yang indah ini. Segera aku wujudkan bentuk syukurku ini dengan ibadahku.

4:47 am - WIB
 Seketika aku teringat kembali dengan masalaluku. Entah berapa tahun yang lalu, tapi ingatan itu begitu kuat. sekuat Patronus Charm yang dikeluarkan Harry Potter untuk mengusir para dementornya.
Aku lalu terdiam, sambil menggali perasaanku waktu itu.
Oh Tuhan.., ternyata ini adalah memori semasa kecil dimana kakek dan nenekku masih "Sehat". Beliau berdua yang banyak memberiku pelajaran tentang rasa syukur, rasa terimakasih baik secara horizontal kepada sesama manusia maupun secara vertikal kepada Tuhan yang maha segalanya.
Beliau berdua mungkin adalah orang yang paling membanggakanku ketika aku masih kecil. Bahkan sekarangpun aku masih berpendapat demikian.
Inilah sisi lain dari seorang kakek dan nenek yang selalu mendambakan cucu laki laki.

Iya, aku adalah cucu pertama dari kakek dan nenekku. Selama hidupnya "Embah" selalu mendambakan anak lelaki. namun apa yang didapat, beliau bedua memiliki 5 orang anak dan yang "tersial" mereka semua terlahir sebagai seorang "hawa". tapi disinilah hebatnya, meski demikian embah selalu bangga dan sabar menjalani hidup. bahkan dari 5 orang anak2nya ini mereka benar benar memahami makna kata "Syukur". 

Setelah anak anaknya beranjak dewasa, anaknya yang pertama dipingit oleh remaja gagah yang masih tinggal dalam satu kampung bersama dengannya. dan akhirnya embah merestui pernikahan ayah dan ibuku.
Selepas pernikahan, embah tak pernah berhenti berharap kelak akan lahir seorang cucu laki laki yang memberikan warna dalam hidupnya. Dan Tuhan menyambut doa kedua orang luar biasa ini.
setelah kurang lebih dua tahun menikah lahirlah si jabang bayi bernama "Wahyu budiarko" yang tak lain adalah aku. Lelaki pertama dari generasi eyang Sidik.

Setelah resmi lahir ke dunia, maka 7 hari setelahnya orang dikampungku biasa menggelar syukuran. nah kali ini mbah buyut yang pada saat itu "masih ada" meluapkan rasa gembiranya dengan memotong 5 hewan ternaknya untuk kemudian dihidangkan dalam syukuraan akbar di desaku. 

setahun berselang, mungkin karena Tuhan terlalu menyayangi mbah buyut. maka Tuhan-pun memanggilnya tanpa peduli bahwa aku belum sempat benar benar mengenalnya.
meskipun demikian, cerita dari pendahuluku membuatku sangat dekat dengan mbah buyutku yang satu ini. bahkan sampai sekarang, aku masih sangat bersemangat jika harus mendengar cerita tentang beliau baik dari mbah puti maupun dari kedua orang tuaku.

Maka sekali lagi aku memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan, bahwa atas kuasanya lah aku dilahirkan dalam keluarga yang luar biasa ini. 

No comments:

Post a Comment

Kritikan akan sangat membantu web ini menjadi sempurna